Bali - Miftakur Rohmad - Kali ini aku akan membahas perusahaan aviasi terutama Helikopter untuk Tour, ya apa lagi kalau bukan Fly Bali Indoaviasi.
Perusahaan yang didirikan oleh
Capten Harriko Fesfusi dan Ibu Marina Trudy ini sekarang merajai bisnis tour
helicopter khususnya di daerah Bali, Sumba dan Labuan Bajo.
Setelah sukses di bali dan Lombok,
terutama ke Gili dengan paket paket murah tour helicopter, kali ini Fly Bali
melebarkan sayapnya dengan Paket tour ke Labuan Bajo dan daerah Indonesia Timur.
Lihat Juga :
Merasakan Penerbangan Pertama Fly Bali Rute Bali - Labuan Bajo
" Potensi pasar Labuan Bajo sangat
menjanjikan dan pasar akan terus berkembang terutama untuk Helicopter Tour " kata Capten Harriko Fesfusi.
Untuk paket ke Labuan Bajo ada beberapa penawaran yang bisa langsung anda negosiasikan dengan team Marketing Fly Bali yang sudah sangat profesional. Banyak paket yang bisa anda nikmati yang pastinya sesuai dengan dompet anda.
Seperti kita ketahui, Capten Harriko dan Ibu Marina Trudy Merintis perusahaan ini dari nol. " Saya dan istri saya betul betul mendirikan perusahaan ini dari nol, dan kami sangat bersyukur perusahaan bisa berkembang secepat ini " tutur Capten Harriko.
Capten Harriko menuturkan saat itu, Fly Bali hanya memiliki empat karyawan. Pria berusia 37 tahun itu menjadi pilot, sedangkan istrinya bertugas mencari penyewa. " Bahkan saya pernah menjemput sendiri customer ke Hotel untuk naik Helicopter ".
"Terus ada dua landing officer, itu awal mulanya." Ujar Capten Harriko. " Pada saat pendemi kami sempat mendirikan Kafe untuk mengisi waktu, karena waktu itu masih masa lock down ".
Capten Harriko bisa menerbangkan capung besi karena berprofesi sebagai pilot sejak 2010. Capt Harriko sempat menjadi pilot di perusahaan besar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Adapun, Ibu Marina Trudy bekerja di bidang aviasi sejak 2016.
Capten Harriko Fesfusi dan Ibu Marina Trudy, pendiri Fly Bali
Menurut Ibu Marina, membangun bisnis tersebut karena terinspirasi dari paket tur Liberty di New York, Amerika Serikat. Perempuan berusia 36 tahun itu kemudian mencoba membuka penyewaan helikopter di kawasan Ungasan yang juga menjadi lokasi patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).
"Kami terinspirasi dari Liberty tour di New York, helikopter itu bisa terbang durasinya sekitar 15 menit, mengelilingi patung Liberty, dan itu sangat booming sekali. Sedangkan di Bali, kebetulan ada GWK sebagai ikon," tutur Ibu Marina.
Baca Juga :
Banyak Paket yang ditawarkan Fly Bali untuk pengalaman terbang yang luar biasa
Ibu Marina menuturkan biaya sewa helikopter Fly Bali dimulai dari Rp 6,9 juta per empat penumpang untuk durasi terbang 12 menit. Jika ingin terbang lebih lama, tarifnya Rp 39 juta per enam penumpang dengan durasi terbang 70 menit.
Menurut Ibu Marina, paket tur helikopter yang paling sering disewa oleh adalah paket 12 menit. Selain menikmati keindahan patung GWK dari atas, penyewa helikopter juga bisa melihat Pantai Melasti dari capung besi.
Dengan semakin berkembangnya Fly Bali, saat ini Fly Bali tidak hanya bergerak di bidang turisme, tetapi juga mendukung program program Pemerintah seperti menyediakan Helicopter untuk BNPB dan untuk Penanggulangan bencana.

Kalau untuk 4 orang paket paling murah berapa bang
BalasHapusWah bali labuan bajo ongkosnya berapa ya ?
BalasHapusMantap cak
BalasHapus