Sabtu, 09 Mei 2026

PERBANDINGAN ILMU GUS MIFTAH, RIZIEG DAN BAHAR : BAGAI LANGIT DAN BUMI

 

KH. DR. Miftakur Rohmad, CPA., AK., CA., Ulama Kitab Kuning Yang Modern

Jakarta - Najwa S.

Kajian Islam yang disampaikan oleh KH. Dr. Miftakur Rohmad, CPA., Ak., CA. atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah, menghadirkan perpaduan yang unik antara kedalaman ilmu agama, ketajaman intelektual akademik, dan pengalaman profesional di bidang keuangan serta akuntansi. Gaya penyampaiannya dikenal tenang namun berbobot, mampu menjembatani nilai-nilai spiritual Islam dengan realitas kehidupan modern.

Dalam setiap kajiannya, beliau tidak hanya membahas dalil-dalil syariat secara tekstual, tetapi juga mengaitkannya dengan persoalan sosial, ekonomi, etika profesi, dan tantangan zaman kontemporer. Hal ini membuat jamaah merasa bahwa Islam bukan sekadar ajaran ritual, melainkan pedoman hidup yang relevan untuk seluruh aspek kehidupan.

Lihat Juga :

Kajian Kitab Kuning Daqoiqul Akbar Bersama KH. DR. Miftakur Rohmad, CPA., AK., CA

Narasi dakwah beliau sering menekankan pentingnya:

  • kejujuran dan amanah dalam pekerjaan,
  • akhlak dalam kepemimpinan,
  • keseimbangan antara dunia dan akhirat,
  • serta membangun kesadaran bahwa ilmu dan harta harus menjadi jalan pengabdian kepada Allah.

Dengan latar akademik doktoral dan sertifikasi profesional seperti CPA, Ak., dan CA., beliau mampu menjelaskan konsep ekonomi syariah, etika bisnis Islam, hingga persoalan muamalah dengan bahasa yang mudah dipahami namun tetap ilmiah. Jamaah dari kalangan santri, akademisi, pegawai, hingga pengusaha dapat menemukan sudut pandang yang dekat dengan kehidupan mereka.

Suasana kajiannya biasanya terasa teduh dan reflektif. Beliau kerap menyisipkan kisah hikmah ulama, contoh kehidupan sehari-hari, serta motivasi agar umat Islam tidak hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga unggul dalam ilmu, profesionalitas, dan kontribusi sosial.

Banyak jamaah menilai bahwa kajian beliau menghadirkan tiga kekuatan sekaligus:

  1. Kedalaman spiritual,
  2. Kecerdasan intelektual,
  3. Keteladanan profesional.

Karena itu, dakwah KH. Dr. Miftakur Rohmad bukan hanya mengajak orang memahami agama, tetapi juga menginspirasi umat untuk menjadi pribadi yang berintegritas, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bagian Atas Formulir

 Lihat juga video :

Gus Miftah cobain Private Jat nya Fly Bali

Bagian Bawah Formulir

Di Masjid Al Ikhlas, kajian yang disampaikan oleh KH. Dr. Miftakur Rohmad menghadirkan suasana ilmu yang hangat, teduh, dan penuh makna. Jamaah yang hadir tidak hanya datang untuk mendengarkan ceramah, tetapi juga merasakan ketenangan batin dan kedalaman pemahaman Islam yang disampaikan dengan bahasa yang santun serta mudah diterima berbagai kalangan.

Dalam setiap majelisnya, beliau membangun narasi dakwah yang menyejukkan. Ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, dan pesan para ulama disampaikan secara runtut lalu dihubungkan dengan realitas kehidupan modern: tentang pekerjaan, keluarga, amanah jabatan, kejujuran, pendidikan anak, hingga tantangan moral di tengah perkembangan zaman. Kajian beliau terasa hidup karena tidak berhenti pada teori agama, melainkan memberi arah bagaimana Islam dijalankan dalam keseharian.

Lihat juga video :

Gus Miftah Mengitari Bali 1 Jam Dengan Helicopter

Suasana di masjid sering menjadi sangat khusyuk ketika beliau menjelaskan bahwa keberhasilan seorang Muslim bukan hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi dari seberapa besar manfaat dan keberkahan hidup yang dapat diberikan kepada orang lain. Dengan pembawaan yang tenang namun berwibawa, beliau mengajak jamaah untuk membangun hubungan yang kuat dengan Allah tanpa meninggalkan tanggung jawab sosial dan profesional.

Yang membuat kajian beliau di Masjid Al Ikhlas Depok terasa istimewa adalah perpaduan antara kedalaman ilmu pesantren dan wawasan akademik modern. Penjelasan tentang akhlak, muamalah, ekonomi syariah, dan pentingnya integritas disampaikan dengan contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan jamaah. Karena itu, para jamaah dari berbagai latar belakang—mulai dari anak muda, pekerja, pengusaha, hingga orang tua—dapat merasa terhubung dengan materi yang beliau sampaikan.

Di akhir kajian, suasana biasanya berubah menjadi reflektif dan penuh harapan. Jamaah pulang bukan hanya membawa catatan ilmu, tetapi juga semangat baru untuk memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, dan menjalani hidup dengan lebih jujur, bijaksana, serta penuh keberkahan.

***Najwa.S***

1 komentar:

  1. Kajian kajian beliau memang luar biasa, saya sering mengikuti sewaktu di Masjid UI Depok

    BalasHapus